Pindad dalam Berita

back

Mobil Tempur Made In Indonesia Ini Tembus 320 Tenaga Kuda!

Jakarta - Tidak seperti mobil penumpang atau mobil komersial, mobil tempur tidak bisa dinaiki sembarangan orang. Kalaupun ada kesempatan masuk ke dalamnya tidak didapat dengan kondisi kendaraan beroperasi alias diam di tempat saja.

detikcom sendiri mendapatkan kesempatan tersebut dengan menaiki salah armada tempur buat PT Pindad (Persero), yakni Anoa model Armoured Personnel Carrier (APC). Pengalaman langka itu didapat langsung oleh tim detikcom di kawasan uji coba kendaraan tempur PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat.

Anoa sendiri merupakan kendaraan militer berpenggerak 6x6 buatan yang tersedia dalam tujuh varian. Ada Anoa 6x6 Mortar, Anoa 6x6 Command, Anoa 6x6 Amphibious, Anoa 6x6 Recovery, Anoa 6x6 APC, Anoa 6x6 Logistics, dan Anoa 6x6 Ambulance. Setiap varian Anoa mengusung mesin diesel 6 silinder segaris bertenaga 320 hp berstandar Euro 3 dengan kapasitas tangki sebesar 200 liter.

Saat masuk ke dalam anda akan menemukan kursi duduk yang mudah dilipat dan dibuka. Selain itu ada berbagai instrumen persenjataan yang digunakan untuk mengendalikan senjata. Tentunya saat detikcom masuk, sistem tersebut berada dalam kondisi tidak aktif sehingga tidak akan mencelakai kondisi sekitar jika tidak sengaja menyentuh tombol tertentu. Mobil ini dapat mengeluarkan enam bom asap sekaligus dari sisi kiri dan kanan serta dilengkapi dengan turret yang dapat berputar 360 derajat.

Setelah mengenakan perlengkapan keamanan seperti helm detikcom pun ikut menguji ketangguhan mobil tersebut. Mobil ini pun kini lebih nyaman karena sudah dipasangi dengan pendingin ruangan sehingga cukup sejuk untuk sebuah mobil yang digunakan untuk bertempur.

Medan yang akan dijajal terdiri kemiringan, tanjakan dan turunan, manuver melingkar, serta jalan bergelombang. Untuk masuk ke dalam mobil ini ada tiga akses, pertama ada dua di depan untuk pengemudi dan penumpang depan sedangkan sisanya lewat belakang. Total mobil ini dapat mengangkut 12 orang.

Dalam uji coba yang singkat tersebut mobil ini sama sekali tidak kesulitan untuk menaklukannya. Terlebih lagi saat melaju dengan permukaan yang miring, meski berbobot berat mobil dapat mencengkram permukaan jalan sehingga tidak terbalik begitu saja.

Untuk kemampuannya mendaki dan menurun tak perlu ditanya lagi. Rintangan tanjakkan yang tingginya mencapai 5 meter dan sudut curam seakan menjadi rute yang biasa saja untuk mobil ini. Selanjutnya jalan bergelombang yang mensimulasikan medan offroad. Jika dilihat, polisi tidur yang disusun acak berdekatan tersebut akan menyebabkan hilangnya kestabilan kendaraan biasa. Di dalamnya pun hentakan jalan bergelombang itu dapat diminimalisir sehingga penumpang tidak akan cidera hanya karena guncangan dari medan offroad.

Dapat disimpulkan meski digunakan sebagai kendaraan tempur, Anoa 6x6 cukup nyaman ditumpangi. Bahkan saat menghadapi medan sulit pun kenyamanan itu dapat dijaga sehingga dalam kondisi darurat sesungguhnya tidak akan menjadi masalah bagi prajurit yang bertugas.


Top