Pindad dalam Berita

back

Pesan QCD dan Mimpi BJ Habibie untuk Pindad

BANDUNG, KOMPAS.com – Rasa duka disampaikan Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose atas meninggalnya Presiden ketiga RI BJ Habibie. “Kami turut berbelasungkawa. BJ Habibie merupakan tokoh nasional yang dikenal sebagai bapak teknologi Indonesia yang menetapkan dasar-dasar riset dan teknologi di Indonesia,” ujar Abraham, dalam rilisnya, Kamis (12/9/2019). 

Abraham menyampaikan, bagi Pindad, peran Habibie sangat besar. Ide, mimpi, dan kontribusi Habibie selalu menjadi penyemangat dan rujukan perusahaan yang dipimpinnya. “Beliau (Habibie) semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad yang pertama setelah Pindad menjadi BUMN,” ungkap Abraham. 

Saat memimpin, Habibie mencetuskan kemandirian Indonesia dalam industri pertahanan dengan mengedepankan riset, development, dan inovasi. Dengan langkah-langkah tersebut, Habibie bisa menciptakan produk militer secara mandiri. Dasar-dasar ide itulah yang menjadi dasar Pindad selalu mengedepankan riset, development dan inovasi. 

Habibie juga menetapkan fondasi saat menahkodai tim corporate plan dalam menetapkan perencanaan secara seksama. Kala itu Habibie yang merangkap sebagai ketua BPPT, secara efektif mengkaji dan menerapkan teknologi di Pindad mulai dilaksanakan. Ia menilai, Pindad mampu membuat berbagai produk pertahanan dan keamanan secara mandiri. Habibie pun berpesan untuk mengembangkan bisnis yang lebih besar, termasuk sektor industrial dengan memanfaatkan SDM dan teknologi yang ada. 

“Saat ini saya lihat Pindad sudah membuat SS1, itu bagus, Sekarang juga ada Panser Anoa,  tetapi perlu diperhatikan juga strategi jangka panjang. Jangan sampai Pindad hanya mengandalkan pesanan dari anggaran militer. Kita masih punya peluang mengembangkan bisnis yang lebih besar lagi dengan kompetensi SDM yang sudah ada dan penguasaan teknologi yang Pindad miliki saat ini,” ujar Habibie pada buku 30 tahun Pindad. Habibie juga sempat menuliskan pesan dan harapannya pada bingkai foto beliau saat menghadiri booth Pindad pada Habibie Festival tahun 2016 di Jakarta. “Semoga Pindad selalu di garis depan mengembangkan dan menerapkan teknologi terkini membangun industri pertahanan,” pesan Habibie. 

Habibie menyampaikan, kunci dalam industri yaitu QCD. 

Q itu quality yakni segala sesuatunya harus dibuat berkualitas tinggi dan konsisten. 

C itu cost, maksudnya tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis. 

D itu delivery, yakni biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu. 

Industri-industri strategis yang dirintis Habibie (IPTN, Pindad, PAL) memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri nasional seperti pesawat terbang, senjata, amunisi, kapal, panser, kendaraan dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer. Sebelumnya diberitakan, Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu pukul 18.05 WIB. 

Menurut putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung. Habibie telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019. Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal. Habibie akan dimakamkan di TMP Kalibata hari ini.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2019/09/12/13011461/pesan-qcd-dan-mimpi-bj-habibie-untuk-pindad?page=all.

Top