Informasi Serta Merta

back

Pindad Siaga Covid-19


Di penghujung tahun 2019, dunia dikejutkan dengan merebaknya suatu penyakit yang menjangkiti ribuan rakyat Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan pusat penyebaran terbesar di kota Wuhan. Berbagai orang yang menderita penyakit ini menyebutkan gejala seperti flu akut hingga berujung pada kematian. Pemerintah RRT melakukan segala upaya untuk mencegah merebaknya kasus ini keluar dari wilayahnya namun terlambat. Awal tahun 2020 diketahui bahwa gejala dari penyakit yang sama telah sampai di daratan Eropa, Amerika hingga Australia. WHO (World Health Organization) secara cepat mengeluarkan upaya mitigasi dan mengidentifikasi virus penyebab penyakit ini sebagai coronavirus Covid-19 serta menetapkan kasus ini sebagai pandemi global. Senin pagi, 2 Maret 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama yang berimbas pada kepanikan di seantero negeri. Lalu kita pun bertanya-tanya, apa yang terjadi? Ada apa dengan Covid-19 ini?

Covid-19 (Novel coronavirus) adalah virus terbaru dari keluarga Coronavirus yang bersifat menular dan dapat menjangkiti manusia serta hewan. Ditemukan pertama kali di Kota Wuhan RRT pada Desember 2019, virus ini dinilai lebih mematikan dari virus MERS dan SARS. Virus ini menimbulkan infeksi pernafasan, demam tinggi hingga kegagalan fungsi organ tubuh yang menyebabkan kematian. Gejala yang terjadi bertahap mulai dari gejala demam ringan, flu, diare hingga sesak nafas. Dalam kasus terbaru, suspect yang dijangkiti oleh virus ini justru tidak menunjukkan gejala apapun. Hal ini membuat pihak kesehatan menentukan masa inkubasi selama 14 hari terhitung sejak kontak pertama virus dengan tubuh.

Menurut WHO, penyebaran Covid-19 dapat ditularkan melalui droplets (tetesan kecil yang menyebar dari ketika seseorang batuk atau bernafas) serta kontak fisik dari droplets ini yang jatuh dan tersentuh orang lain. Orang lain yang tersentuh dapat terinfeksi ketika virus ini masuk ke saluran tubuh seperti mata, hidung, dan mulut. Orang yang lebih tua (rata-rata diatas 50 tahun) serta memiliki masalah medis dan riwayat penyakit lebih rentan terhadap virus ini, namun tidak menutup kemungkinan pula usia yang lebih muda rentan terhadap virus ini.

Beberapa negara di dunia melaporkan kenaikan jumlah orang yang terjangkit penyakit ini serta kematian yang disebabkannya secara signifikan. Beberapa tokoh penting pun tidak luput terinfeksi oleh virus ini yang berimbas pada penutupan beberapa fasilitas publik serta tempat konsentrasi massa hingga beberapa negara memberlakukan kebijakan lockdown demi mencegah arus masuk dan keluar dari negara.

Merebaknya kasus Covid-19 ini membuat pemerintah Indonesia memberlakukan berbagai kebijakan, salah satunya dari Presiden Joko Widodo yang menghimbau masyarakatnya untuk mulai membiasakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah. Himbauan ini dalam tujuan untuk memutus rantai penularan yang riskan terjadi melalui interaksi langsung, terutama ketika masyarakat berkumpul secara massal.

Pindad telah ikut serta secara aktif menanggulangi fenomena ini serta telah melakukan langkah-langkah pencegahan, terutama untuk kehidupan karyawan dan area kerja di kawasan perusahaan. Direktur Utama Abraham Mose dalam arahannya menghimbau kepada seluruh elemen Pindad untuk menyikapi penyebaran Covid-19 dengan 3 hal:

1.  BATASI (membatasi pertemuan dalam jumlah peserta yang banyak, mengoptimalkan teleconference, memberlakukan Work from Home/WFH)

2.  PATUHI (mematuhi protokol yang telah ditetapkan pemerintah dalam menangani Covid-19)

3.  LAPORKAN (melaporkan tiap ada kejadian yang berkaitan dengan Covid-19)

Pada pelaksanaannya, Pindad telah memberlakukan beberapa protokol tersendiri untuk penanganan Covid-19 ini, yaitu: Melakukan prosedur pengecekan kesehatan karyawan di tempat akses masuk dan keluar kawasan, Social distancing di pusat keramaian seperti ruang makan pegawai dan area resepsionis, serta Sterilisasi gedung dan alat kerja menggunakan disinfektan.

Pindad secara konsisten akan terus berupaya untuk melakukan mitigasi dan sterilisasi, namun upaya ini akan menjadi lebih maksimal dengan kontribusi aktif anda dalam ikut mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan masing-masing. Keep calm and stay healthy everyone


Top