Pindad dalam Berita

back

PT Pindad Kirim 29 Unit Anoa Untuk Pasukan Perdamaian PBB

Reporter: Ahmad Fikri (Kontributor)
Editor: Dewi Rina Cahyani
Rabu, 10 Januari 2018 07:15 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan PT Pindad sudah merampungkan pesanan kendaraan angkut tempur panser Anoa untuk pasukan perdamaian PPP yang menjalani misi MINUSCA (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic). “Totalnya 29 unit pesanan untk ditempatkan di Afrika Tengah untuk pasukan perdamaian MINUSCA,” kata dia di Bandung, Selasa, 9 Januari 2018.

Ini bukan pesanan pertama untuk yang diterima PT Pindad untuk kendaraan angkut tempur ringan untuk pasukan perdamaian PBB. Sedikitnya ada 3 misi pasukan perdamaian yang mengoperasikan panser Anoa besutan Pindad yakni misi UNAMID di Sudan, UNIFIL di Lebanon, serta terakhir misi MINUSCA di Afrika Tengah. Catatan Pindad, seluruhnya ada 80 unit panser Anoa yang sudah beroperasi bersama pasukan perdamaian PBB.

Pesanan kendaraan angkut personel ringan ini merupakan bagian dari pasar ekspor yang digarap Pindad. “Kalau dari luar negeri itu yang terakhir itu untuk misi MINUSCA itu,” kata Abraham.

Abraham mengatakan, pemesanan alutsista buatan PT Pindad tahun ini berasal dari dalam negeri. “Mudah-mudahan penambahannya cukup banyak untuk kebutuhan (pasukan) infanteri dan kavaleri dari dalam negeri,” kata dia.

Pada tahun 2017 prognosa pendapatan yang dibubukan Pindad menembus Rp 2,5 triliun. “Labanya kurang lebih Rp 53 miliar,” kata dia.

Pendapatan itu mayoritas berasal dari penjualan produk alutsista buatan PT Pindad. “Terbesar memang ini. Tapi sekarang mulai imbang, kurang lebih 20 persenya disumbangkan dari produk industrial. Ke depan kita akan tingkatkan penjualan produk industrial,” kata Abraham.

Sejumlah produk baru lini industrial Pindad tengah disiapkan. Salah satunya yang tengah disiapkan purwarupanya adalah excavator amphibi. “Teknologinya refer ke Anoa Amphibious teknologinya. Kita bikin ‘excavator-amphibious’ untuk pengerukan di sungai-sungai,” kata dia.

Abraham mengatakan, sejumlah pemda tertarik memesannya. “Pemda-pemda banyak mbutukan untuk (pengerukan) aliran-aliran sungai dalma kota yang berlumpur,” kata dia.

PT Pindad juga sudah mendaftarkan varian excavator-amphibi ini pada LKPP agar masuk dalam Katalog Elektronik yang bisa langsung dipesan pemda. “Permintaan sudah ada. Kita harus segera buat prototipenya,” kata Abraham.

Abraham mengatakan, pendapatan PT Pindad tahun 2018 ini diproyeksikan menembus Rp 2,9 triliun. “Kami harapkan 30 persennya dari industrial,” kata dia.


Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1048856/pt-pindad-kirim-29-unit-anoa-untuk-pasukan-perdamaian-pbb


Top