News

back

Kunjungi PT Pindad, Sekolah Staf Presiden 2023 Pelajari Kemajuan Indhan Dalam Negeri

Plt. Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Dianing Rahayu menerima kunjungan Sekolah Staf Presiden (SSP) pada Minggu, 9 Juli 2023 berlokasi di Auditorium PT Pindad, Bandung. Kunjungan SSP dipimpin oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Irjen Pol (Purn.) Hengkie Kaluara, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Mufti Makarim & Bambang Prihantono serta Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Arif Budhy Hardono. Kunjungan SSP juga dihadiri Plt. VP HCM PT Pindad, Trisno Mardiyanto.

Tujuan dari kunjungan SSP ke PT Pindad membekali peserta SSP dengan pengetahuan terkait kompleksitas pengelolaan negara termasuk mengenal dan mendalami industri pertahanan kebanggaan Indonesia, PT Pindad. Kunjungan ke PT Pindad merupakan bagian dari program yang diselenggarakan pada 3 – 14 Juli 2023 serta bagian dari fungsi komunikasi politik pada generasi muda tentang kerja-kerja pemerintah.

Kegiatan kunjungan diawali oleh penyambutan dan ramah tamah oleh Plt. Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Dianing Rahayu. Beliau mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan SSP mengunjungi PT Pindad sebagai bagian dari pembekalan mengenai industri pertahanan dalam negeri.

“PT Pindad memiliki kemampuan untuk memproduksi dan mengembangkan produk-produk pertahanan keamanan seperti Senjata, Kendaraan Tempur dan Munisi serta Produk – Produk Industrial seperti Alat berat, Infrastruktur Perhubungan, dan Alat Pertanian. Hari ini kami mengundang bapak ibu serta rekan rekan sekalian untuk melihat lebih dekat fasilitas yang dimiliki serta produk yang dihasilkan oleh PT Pindad.” Jelas Dianing Rahayu.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Mufti Makarim menyampaikan bahwa 35 peserta terpilih SSP memiliki kesempatan berharga untuk mengenal PT Pindad lebih dalam, sebaagai produsen alat utama sistem senjata Indonesia.

“Kami menyampaikan salam ya bu, dari Kepala Staf Kepresidenan Bapak Jenderal Moeldoko dan juga dari Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Ibu Jaleswari. Pimpinan mengatakan pada saya bahwa kunjungan ke PT Pindad harus berjalan dengan baik. Karena, rekan-rekan yang hadir dan mengikuti program SSP ini adalah anak-anak luar biasa yang terseleksi dari 60 ribu pendaftar dan terpilih 35 orang. Jadi kami menekankan bahwa ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk berkunjung dan mempelajari industri pertahanan kebanggaan Indonesia.” Jelas Mufti Makarim.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas produksi PT Pindad. Peserta SSP kemudian mencoba menembak menggunakan senjata buatan PT Pindad.



Top